LAMBORGINI ARVENTADOR DAN GALARDO MASIH BELUM MENUNJUKAN TANDA TANDA AKAN MEMAKAI TEKNOLOGI HYBIRD

Aventador dan Gallardo Masih Enggan Pakai HybridBerbagai brand otomotif mulai terapkan teknologi hybrid untuk tekan efisiensi BBM dan gas buang CO2. Tapi pabrik supercar asal Italia, Lamborghini belum terlihat adanya tanda-tanda ikut dalam penggunaan teknologi ini.
  Lamborghini saat ini belum ingin mengembangkan teknologi plug-in hybrid untuk varian supercar Lamborghini Aventador dan Lamborghini Gallardo. Hal ini dikarenakan sebuah alasan proses perubahan dan penyesuaian ukuran dan bobot kendaraan nantinya.
Mengingat rival terdekat satu negaranya, Ferrari, saat ini telah menyiapkan supercar versi hybrid dengan teknologi KERS (Kinetic Energy Recovery System). Tidak hanya pada penerus Ferrari Enzo, Ferrari F70, pabrikan Mclaren pun telah menggunakan teknologi ini untuk penerus Mclaren F1, yaitu pada Mclaren P1 Concept.
Pihak Lamborghini mengatakan, bahwa sebagai model supercar yang terkenal dengan tenaga besar dan menjadikan varian ini lebih hijau atau ramah lingkungan merupakan suatu hal yang hampir tidak mungkin. Tapi untuk menghadapi tantangan ini, Lamborghini andalkan teknologi baru yang bernama multi-cylinder displacement system.
Dengan ada teknologi baru ini, mesin sanggup menonaktifkan 6 silinder saat tidak dibutuhkan. Sehingga pada saat dipergunakan di kota akan memiliki efisiensi yang lebih baik. Untuk menunjang konsumsi BBM, supercar ini juga akan dilengkapi teknologi start/stop. Fitur ini akan didukung oleh baterai untuk menyimpan energi listrik yang disalurkan melalui kapasitor.
Berkat teknologi ini, dilaporkan Aventador 2013 akan memiliki konsumsi bahan bakar rata-rata 16lt/km dengan emisi gas buang 370g/km. Mengingat efisiensi BBM Lamborghini Aventador saat ini sekitar 17,2lt/km dengan emisi gas buang CO2 mencapai 398g/km. Sementara untuk Gallardo, Lamborghini sedang melakukan riset dan besar kemungkinan akan menggunakan teknologi yang sama

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda